Menyikapi “Pemulung Dilarang Masuk!”

Di Bali saat ini banyak sekali dijumpai tulisan “PEMULUNG DILARANG MASUK”, entah karena banyak maling yg nyamar jadi pemulung ato warga mulai sadar? (lo kok bisa?, baca aja terus).

Dalam konsep “negri hijau” (he he istilah sendiri neh…) daur ulang itu penting, dengan memanfaatkan barang bekas atau mendaur ulang barang, maka secara tidak langsung kita telah melakukan penghematan sumber daya alam.

Seandainya saja tidak ditemukan ibook, mp3, cd, dvd, hp, micro disk (mmc, micro sd, flash disk, dll) bisa di bayangkan pekerja dan pelajar negri ini akan jalan-jalan bawa tas besar yg isinya bisa jadi kaset vide, ato disket 3,5 in 10 biji. Mungkin ada juga yang bawa buku tebel-tebel setebel kamus bahasa Indonesia.

Hubungannya dengan pemulung dilarang masuk, mungkin karena sekarang sudah mulai menjamur adanya pasar loak, sebenarnya sih dari dulu sudah ada, namun kini sepertinya tidak hanya masyarakat dari kalangan bawah saja yg menyasar tempat-tempat “black community” ini – Disebut black community karena awalnya barang-barang bekas yg dijual itu kebanyakan hasil colongan atau dari sumber yg gak jelas -.

Ternyata kalangan atas yg bermobil bwm pun tidak mau kalah berebut barang bekas ini. Ironisnya untuk kasus baju bekas import justru di tentang oleh pemerintah. Kalo kita main ke Bali di daerah tabanan ada namanya pasar kodok (sardok), disana dijual berbagai jenis pakain bekas impor (sementara toko yg lain sudah berhasil ditutup). Yg aneh justru banyak mobil yg parkir ketimbang motor, malah sebagian besar platnya B dan saya sendiri kalo kedatangan teman dari luar Bali suka minta dianterin ke sardok.

Aksi black community diluar negri sebenarnya lebih canggih lagi. Semua tentunya pernah dengan HP BM kan? nah menurut sumber di majalah tertentu HP BM itu merupakan hp rekondisi, alias rusak ato terkunci atau reject yg dibetulin trus dibeliin dus, pasangin lebel garansi entah dari mana dan dijual kenegara ketiga seperti Indonesia. Sebenarnya kalo kita makenya bener dan tidak gardam (baca brutal) HP BM tidak kalah ama resminya.

Jadi mari kita dukung pasar-pasar black community dengan barang bekas kita agar nama black community mencerminkan idealisme “Go green with black community” yg tentunya dengan barang yg jelas asal muasalnya.

Bingung dengan barang-barang yg bisa dipakai tanpa daur ulang?

Buayak sekali, mulai dari kebutuhan aja, misalnya suka mancing, tanya bapak, saudara, ato tetangga, ada yg punya pancing bekas gak? rusak? tinggal perbaiki ato beli onderdilnya.

Suka denger musik? beli lagu di internet, simpan di flash disk ato mp3 player, jangan beli CD ato kaset

Suka nonton film? sewa DVD simpan di harddisk komputer (asal jangan di perjual belikan aja)

Suka ini suka itu, coba deh pinjam ato cari bekasnya dulu sebelum memutuskan untuk beli baru, lebih bergengsi pake barang bekas dan di cap “peduli lingkungan” dari pada pake barang baru up to date tapi secara gak sengaja ngerusak lingkungan dan ngewarisin keturunan dengan bumi sampah.

Category: Need to Concern | Tips and Tricks
Tags: | |

Newer post:
Older post: