Pesona Malam Hari Gunung Batur
Gunung Batur dengan ketinggian 1717 mdpl memiliki sebuah keindahan tersendiri, pesona puncaknya yang dicapai hanya dengan waktu rata – rata 2 jam membuat perjalanan terasa seru dan meyenangkan. Tapi bagaimana dengan malam hari? Rasanya mencoba mendaki Batur pada malam hari memberikan nuansa tersendiri, perjalanan serasa sangat mistis dengan dipayungi bintang – bintang yang saling berbalaan memantulkan sinar matahari.
Ketika itu cuaca di Denpasar cukup cerah untuk hitungan hari dibulan September, tepat ketika salah satu teman lama yang sudah tidak pernah bertemu merayakan ulang tahunnya yang ke 20. Bersama dua orang teman saya memutuskan untuk kembali merasakan bagaimana angin malam di Gunung Batur. Namun belum sampai ditempat tujuan hujan mengguyur dengan lebatnya sehingga memaksa kami untuk berteduh sejenak menunggu hujan reda, kurang lebih pukul 12 malam hujan reda kami bergegas menuju Toya Bungkah (start point pendakian Batur) agar tidak kehujanan saat sampai dipuncak.
Perjalanan dimulai dengan start yang kurang baik, karena hampir lima belas menit muter – muter tersesat (maklum sudah lama tidak mendaki malam hari). Dan akhirnya kita kembali ke jalur yang benar, melewati dua buah Pura seraya juga menghaturkan sembah memohon keselamatan. Melewati kalimati yang jalurnya lumayan terjal akibat sisa – sisa magma cair yag membeku sehingga sepanjang jalur yang kami temui jalur berpasir. Terasa kurang nyaman karena banyak pasir yang masuk kedalam sepatu akibat tidak memakai Gaither. 50 meter diatas kalimati kami memutuskan untuk tidaur istirahat sejenak untuk minum air mineral kemudian bertemu dengan ibu – ibu yang membawa barang dagangan, memang 100 meter dibawah puncak ada warung yang menyediakan makanan dan minuman hangat.
Melewati batas vegetasi serasa kita berdiri ditanah lapang yang luas, serasa tubuh ini bak dihujani ribuan bintang – bintang. Dengan penerangan dari senter yang cukup redup kami tetap melanjutkan perjalanan, angin sepoi – sepoi berhembuh dan juga dinginnya malam hari yang menggigit menambah kenikmatan tersendiri bagi kami. Tak lama kemudian kami tiba di warung pertama yang menandakan puncak sudah 100 meter lagi, memutuskan untuk beristirahat untuk sekadar membuat kopi. Banyak wisatawan yang datang semuanya turis dengan beberapa guide lokal yang senantiasa memandu mereka. Jalur menuju puncak 100% nanjak dengan medan berpasir, namun hal itu terbayarkan dengan indahnya matahari pagi yang menyiratkan kehangatan dari atas puncak nantinya. Tepat jam 2 malam kami tiba dipuncak utama angin yang bertiup menambah mistis suasana. Inilah suasana yang sudah lama kurindukan, karena terlalu lama bergulat dengan hiruk pikuknya Denpasar yang semakin menggila. Aku jadi ingat perkataan seorang teman “kalau Bumi Dan Gunung Itu Bukan Pencinta
Tentu Rumput Tak Mungkin Tumbuh Di Dada Mereka”.
Berdasarkan perjalanan I Wayan Dirgayusa, Batur – 7 September 2008
Category: My story
Tags: Batur | Gunung | Malam | Nikmat
Newer post: Bumi Kita Butuh Langkah Cepat, Please Go Veggie!6 Responses to “Pesona Malam Hari Gunung Batur”
Older post: Menuju Hari Kiamat
-
Hi, I found your blog on this new directory of WordPress Blogs at blackhatbootcamp.com/listofwordpressblogs. I dont know how your blog came up, must have been a typo, i duno. Anyways, I just clicked it and here I am. Your blog looks good. Have a nice day. James.
-
pake fotoku aja
-
kan gak harus photo pas naek…
bisa aja phot orang laen ato phot pas naek sebelumnya, biar sedikit berwarna gitu…cuma inget, kalo pake photo orang jangan yang di apatuh??? hak cipta gitu.
eh bikin gravatar dong di gravatar.com biar gak pake monster id gitu . . .
-
gak dapet pON
anak2 pada gak bawa kamera
-
photonya ?
photonya ?
photonya ?




To: James
look like the blackhatbootcamp.com/listofwordpressblogs is blog directories, Ican not find wich categories this blog is, anyway is good to know this blog in the directories, thank’s
To: Konde
photomu udah tak pasang, kalo mau profilemu ada disini stor photo yang bagus yo…
kalo bisa yang lagi sendiri
To: Dugong, Talem, and Dedek
Segera diisi profilenya biar seluruh photonya keliat….
To: PR 3
Jangan cuma cengar cengir di depan tapi berencana busuk di belakang, bantu dong mapalanya, paling tidak biarkan mereka exist jangan digusur !!!